Oleh: Abdullah Makhrus
“Menulis bebas itu menulis yang dilakukan secara bebas, tidak terjerat belenggu oleh aturan-aturan dan kaidah-kaidah menulis secara kaku.” (Dr. Much. Khoiri, M.Si)
PERNAH nggak sih ngalamin saat baru belajar menulis, baru nulis satu dua kalimat, satu dua paragraf lalu dihapus lagi? Kenapa? Karena ngerasa nggak puas, rasanya kurang pas. Kurang enak dibaca.
Kemudian Anda ulangi ngetik lagi berulang-ulang kali. Karena nggak kunjung cocok, akhirnya Anda berhenti. Diakhiri dengan menutup laptop. Nggak jadi nulis. Siapa yang begitu? Hayo ngaku. Aku banget iku mas. Yo wes, tenang wae. Saya juga pernah mengalami.
Hmm segitu amat ya perjuangan untuk nulis? Iya. Begitulah. Lha, lantas apa yang mesti dilakukan biar bisa terus lanjut nulisnya? Prinsipnya adalah satu kata, CINTA.
Kata pujangga, dari mana datangnya lintah, dari sawah turun ke kali. Dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati. Kalau cinta sudah melekat, gula Jawa pun serasa cokelat. Prettt. Mbel gedhes, Cak!
Tapi bener lho, kalau Anda sudah menyatakan cinta, apa saja dilakukan dengan sukarela. Mendaki gunung, turuni lembah, lautan pun diseberangi. Demi cinta, semua upaya akan dilakoni.
Termasuk di dalamnya, jika Anda sudah jatuh cinta pada aktivitas menulis, maka nulis akan jadi aktivitas yang menyenangkan. Nggak ada beban. Tapi, kalau tidak menyenangkan, meski hanya nulis satu atau dua kalimat saja akan terasa berat.
Nah, ada sesuatu yang menarik yang saya kira perlu dibagikan pada pemirsa pembaca setia tulisan saya. Ea ea ea… Sok pede amat sampeyan, Cak Doel. Wkwkwk…
Jadi gini nih, kemarin selama perjalanan menuju kota Dewata saya berniat menghabiskan membaca buku guru saya. Saya emang punya kebiasaan membaca di kendaraan. Mungkin kebiasaan yang nggak lazim dan bisa jadi nggak sama dengan kebiasaan Anda. Kalau orang lain pusing saat membaca buku di perjalanan. Tapi, saya malah sering menghabiskan baca buku saat di perjalanan.
Salah satu yang ingin saya sharingkan pada kawan-kawan adalah rangkuman saat membaca tulisan ke 11 dan 12 dari buku Rahasia Top Menulis. Pada bagian tulisan berjudul Menulis dari Nol dan Menulis Bebas, Dahulukan Otak Kanan ada poin penting yang akan saya bagikan bagi Anda yang merasa masih menjadi penulis pemula. Jika Anda sudah expert, nggak usah dilanjutkan membacanya. Ntar nyesel lho. Hehehe.
Oke, saya mulai sharingnya. Dalam ulasannya, Abah Dr. Much. Khoiri, M.Si, menjelaskan dan mempraktikkan cara menulis yang betul-betul dimulai dari nol pada seorang anak yang mungkin nggak pernah nulis cerita.
Beliau bertanya mulai nama, hobi, keinginan yang ingin dicapai, apa alasan dan yang akan dilakukan jika cita-citanya sudah dicapai sang anak. Setiap jawaban anak kemudian diminta menuliskan dalam bukunya. Ternyata, tak disangka akhirnya jadilah tulisan. Sang anak tidak menyadari bahwa ia telah berhasil membuat sebuah tulisan.
Begitu pula ketika beliau menjelaskan teknik menulis bebas (free writing) dengan otak kanan. Biarkan imajinasi Anda berkembang. Tulis sebebas-bebasnya dengan segala imajinasi alias khayalan toyyibah yang berkembang.
Apa pun bisa Anda tulis. Cerita saat Anda ngalamin jatuh cinta, terjebak macet, nmendapatkan keseruan atau hal yang tidak menyenangkan saat perjalanan wisata g saat hunting kuliner.
Jangan takut salah, tulis saja apapun itu. TIDAK SIBUK MENGEDIT di awal penulisan naskah sebelum tulisan jadi. Sekali lagi, jangan mengedit naskah ketika Anda memulai proses penulisan. Jika Anda memaksanya, tulisan Anda nggak akan jadi.
Sudah, biarkan saja tulisan mengalir sampai jauh. Ntar baru dilihat, dirasa, dan diterawang kalau sudah selesai. Cek, adakah kalimat yang salah ketik, alur tulisan nyambung apa nggak, perlu ditambah kata apa biar nyambung dan editing lainnya.
Termasuk rapikan paragraf demi paragraf agar tidak menyesakkan di dada pembaca. Mungkin karena saking panjang dan banyaknya kalimat dalam satu paragraf.
Nah, kalau sudah, cobalah posting di blog pribadi atau di nomor teman atau pasangan kita. Kalau anda punya dua nomor gawai, bisa kirim ke nomor Anda sendiri.
Kemudian biarkan beberapa menit, jangan dilihat. Ganti dengan aktivitas lain agar tulisan mengendap dulu. Lalu baca lagi seolah Anda adalah orang lain sebagai pembaca tulisan itu. Resapi, apa sudah enak dibaca dan mengalir tulisannya.
Kalau sudah yakin, bagikan pada orang lain di grup-grup literasi yang Anda ikuti. Kalau Anda memang pembelajar yang cukup pemberani, mintalah masukan dari pembaca. Jika Anda malu, kirim ke penulis yang Anda kenal untuk minta masukan.
Tapi, jangan nggupuhi (buru-buru) minta balasan hasil koreksi dari mereka. Karena bisa jadi mereka sedang sibuk atau sedang melakukan aktivitas lain yang harus mereka dahulukan. Bersabarlah menunggu jika belum dibalas. Itu, bagian dari etika sih dalam belajar melalui media sosial.
Nah, akhirnya Anda akan bisa membuat tulisan, bukan? Tulisan perdana yang Anda posting akan memantik munculnya tulisan kedua, ketiga, dan seterusnya. Bertekadlah untuk menulis lagi dan lagi setelah memosting tulisan Anda. Dari step inilah Anda akan menghasilkan buku jika konsisten nulis setelah itu. Baik setiap hari, minggu, bulan, terserah Anda. Yang penting istikamah.
Kesan tulisan pertama Anda pastilah begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda. Jadi pengen nulis lagi nggak nih? Monggo!
Biodata Penulis
Abdullah Makhrus, M.Pd.
Seorang Writer-Trainer-Teacher. Pengajar di SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo. Kepala Bimbingan Belajar Matematika SD "Az Zahro“. Ketua Gerakan Budaya Literasi(GBL) Sidoarjo dan Sekretaris Rumah Virus Literasi(RVL). Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sidoarjo. Buku yang pernah di tulis 3 Buku Solo, 3 E-book, dan 10 Buku Antologi:
Karya Buku Solo
1 Pesan 1 Peristiwa.
2. Rahasia 15 Menit Membuat Blog dan Website Pribadi Bagi Pemula
3. Prau Dolanan Fatih
Karya Ebook
- Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 1-2
- Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 3-4
- Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 5-6
Pernah mendapatkan penghargaan penulis artikel di Jawa Pos berjudul Belajar Matematika dengan Nalar pada lomba Artikel Untukmu Guru 2008. Tulisannya pernah dimuat di harian Republika berjudul Menemukan Motivator Terbaik. Tulisan lainnya juga beberapa kali dimuat di Tabloid PENA Dinas Pendidikan Sidoarjo dan www.gblsidoarjoberkarya.com. Penulis bisa dihubungi di 081333148884. www.abdullahmakhrus.com


0 Comments