Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/tailoring-processs_5633583.htm#fromView=search&page=1&position=5&uuid=8056cbad-1378-4d9d-a4eb-c0542fbfaf2c&query=mesin+jahit

Meracik Kata Ala Tukang Jahit Baju

Oleh: Abdullah Makhrus


“Selama penulis mau menulis, menulis, dan terus menulis, dia pastilah kelak akan lancar dalam proses menulis -baik saat menuangkan ide ke dalam tulisan maupun berpikir tentang apa dan bagaimana menulisnya.” (Dr. Much. Koiri, M.Si)


“MENGAPA saya tidak bisa menulis, padahal banyak ide berkeliaran di pikiran saya?” Mungkin ada di antara Anda yang pernah mengalaminya. Tenang, saya pun dulu pernah mengalaminya. Yang jadi pertanyaan adalah apakah kita punya cara untuk mengatasinya?

Kalau Anda merasa kebingungan, sebenarnya banyak sekali caranya. Semua bisa disearch di laman google, kalau ada kemauan.  Kalau sekarang sih bisa lebih mudah dengan memanfaatkan bantuan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intellegence (AI).

Nah, jika Anda nggak mau repot. Anda bisa menggunakan tips berdasarkan pengalaman saya di masa lalu. Tentu ini bukan satu-satunya cara terbaik dalam menuangkan ide ke dalam tulisan. Anda bisa memakainya, jika mengalami kebuntuan dan bingung untuk menuliskannya.

Saya menyebutnya dengan sebutan teknik menulis ala tukang jahit baju. Jika Anda pernah mengamati tukang jahit saat membuat sebuah baju. Anda akan mengamati proses menjahit yang dilakukan.

Apa saja? Sederhananya, seorang penjahit sebelum membuat baju, ia pasti akan menyiapkan bahan-kain, benang, dan lainnya. Kemudian membuat pola dan memotong kain. Lalu sambungkan bagian-bagian baju secara berurutan (kupnat, bahu, samping, lengan, kelim, leher, manset). Terakhir, mengobras tepi kain untuk merapikan jahitan baju tersebut.

Nah, bagaimana menghubungkan teknik ini untuk “menjahit tulisan”? Siapkan bahan tulisan. Kalau saya, biasanya menyiapkan 5W+1H. Anda pasti sudah mengenal 5W+1H yang merupakan singkatan dari What (Apa), Who (Siapa), Where (Di mana), When (Kapan), Why (Mengapa), dan How (Bagaimana).

Sumber gambar: https://www.dotefl.com/wh-questions/

Lalu, pilih lima pertanyaan saja. Mengapa? Nanti berkaitan dengan jurus menulis yang saya jelaskan di uraian selanjutnya. Buatlah satu pertanyaan untuk setiap kata tanya yang saya sebutkan di atas.

Selanjutnya siapkan kata sambung untuk menghubungkan tiap kalimat atau paragraf agar menyatu layaknya tiap potongan kain menjadi bagian yang melekat dan menyatu menjadi baju yang utuh.

Kata sambung (konjungsi) atau  kata penghubung cukup banyak. Contohnya seperti kata: dan, atau, tetapi, karena, sehingga, jika, ketika, agar, supaya, lalu, kemudian, dll.  Kata ini akan berfungsi menghubungkan kata dengan kata, atau kalimat dengan kalimat. Anda bisa melihat sudah berapa kata sambung yang saya gunakan di paragraf-paragraf di atas.

Menurut versi saya, sebaiknya memulai tulisan dengan pertanyaan "Mengapa" (Why). Penggunaan kata ini sangat efektif untuk langsung menarik perhatian pembaca. Dengan memicu rasa ingin tahu, membuat mereka berpikir, dan menunjukkan fokus mereka pada setiap susunan kalimat berikutnya untuk menemukan jawaban dan alasan. Itu yang akan membuat mereka betah menyelesaikan membaca tulisan Anda hingga tuntas.

Mari kita coba praktikkan. Saya  berikan ide dengan kata “Nyamuk”. Sekali lagi, saya akan memulai membuat pertanyaan dimulai dari Why. Inilah lima daftar pertanyaan yang saya buat untuk mengawali membuat tulisan kali ini.

 

  1. Mengapa Allah menciptakan nyamuk?
  2. Bagaimana cara berkembang biak nyamuk?

  1. Kapan musim puncak perkembangbiakan nyamuk biasanya terjadi?
  2. Apakah diciptakan nyamuk membawa manfaat?
  3. Siapa yang mendapatkan manfaat dari diciptakannya nyamuk?

 

Selanjutnya mari uraikan jadi paragraf dari tiap pertanyaan dengan teknik menulis guru saya, Prof. Ngainun Naim. Mengutip dari buku beliau, MENULIS ITU MUDAH di halaman 45. Rumus menulis itu dibocorkan dalam Jurus ke 15:   Formula Satu Hari Lima Paragraf.

“Lima paragraf dalam sehari jika dilakukan secara konsisten hasilnya luar biasa. Lima paragraf itu sama dengan setengah halaman. Dalam tiga puluh hari Anda menulis setara 15 halaman. Dalam dua ratus hari setara dengan seratus halaman. Itu berarti dalam setahun Anda bisa menulis dua buku.”

Oke, kita mulai “jahit” dari lima pertanyaan di atas jadi tulisan. Ingat, masing-masing pertanyaan ubah menjadi minimal satu paragraf. Kalau ternyata lebih? Itu  akan lebih baik.  Lalu satukan dengan kata sambung yang sesuai menghubungkan tiap paragraf. Hasilnya menjadi seperti ini.

 

Sumber gambar: https://www.alodokter.com/memahami-daur-hidup-nyamuk-sebagai-langkah-pencegahan-penyakit


NYAMUK

Oleh: Cak Doel

 

MENGAPA Allah menciptakan nyamuk? Jika Anda mau berpikir. Mungkin pernah terlintas dalam benak pikiran, beribu pertanyaan tentang penciptaan makhluk Allah di alam ini.  Bukankah makhluk itu tidak berguna? Lha wong tiap hari “menggigit” alias menghisap dengan ganas darah manusia.

Oke, sebelum kita ulas lebih jauh, ada baiknya kita cari tahu terlebih dahulu bagaimana cara berkembang biak nyamuk. Mengutip dari laman alodokter.com dijelaskan daur hidup nyamuk sebagai berikut. Diawali dari telur yang dikeluarkan oleh nyamuk betina dewasa.

Sekali bertelur bisa menghasilkan 100–300 butir sekaligus. Jentik nyamuk atau larva tampak menyerupai ulat-ulat kecil di dalam air, dengan ukuran rata-rata 1 cm. Jentik bisa hidup di air dalam kurun waktu 4–14 hari.

Setelah itu, berubah menjadi pupa atau kepompong. Pada tahap ini, pupa masih hidup di air, namun tidak memiliki mulut dan tidak makan. Bentuknya akan tampak sedikit mirip dengan jentik, tetapi ukuran kepalanya lebih besar dan bulat. Tahap ini merupakan fase terakhir yang terjadi di air.

Setelah menjadi dewasa, nyamuk betina akan mengisap darah manusia dan hewan untuk hidup dan mencari sumber air untuk bertelur. Sementara itu, nyamuk jantan akan bertahan hidup dengan mengonsumsi nektar bunga.

Sejatinya, populasi nyamuk terasa lebih banyak dan lebih beringas di musim kemarau. Tapi tahukah Anda, kalau nyamuk sebenarnya lebih getol bertelur di musim hujan. Ini karena saat musim hujan, tempat berkembang biak dan pertumbuhan larva nyamuk tersedia melimpah, yaitu genangan air. Sehingga, bisa dikatakan musim puncak perkembangbiakan nyamuk terjadi di musim hujan.( karangtengah.bantulkab.go.id, 29 Januari 2020)

Nah, pertanyaannya balik lagi. Apakah diciptakan nyamuk membawa manfaat bagi manusia? Karena nyatanya, setiap hari kita acapkali merasa terganggu karena “gigitan” nyamuk setiap malam. Bahkan, kadang juga di siang hari. Padahal, Allah pernah mengatakan dalam satu ayat Alquran di surah Ali Imran ayat 19,

“Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Lantas, dimana bisa dikatakan tidak sia-sia. Baiklah, kita cari bareng-bareng untuk menemukan jawaban dari siapa sesungguhnya yang mendapatkan manfaat dari diciptakannya nyamuk. Jika, di satu sisi kita melihat tidak ada manfaatnya diciptakan nyamuk, maka di sisi lain pasti akan ditemukan manfaatnya.

Setelah sejenak merenung kita dapat mengetahui ternyata ada manusia yang mendapatkan manfaat. Siapa? Mereka yang berpikir solusi, dia akan mendapatkan manfaat. Mereka biasanya disebut dengan pengusaha. Pengusaha obat anti nyamuk.

Ada beberapa pegusaha obat anti nyamuk dengan beberapa merk di Indonesia. Ada  Baygon Aerosol, Force Magic, Hit Aerosol, Mortein Naturgard, HIT One Push, Vape One Push, Nomos Aerosol, dll.  

 

Sumber gambar: https://www.google.com

Obat anti nyamuk Autan, Baygon, merupakan salah satu contoh barang produksi perusahaan PT SC Johnson and Son Indonesia. Helen Johnson Leipold adalah satu-satunya wanita dari generasi kelima yang meneruskan bisnis SC Johnson, produsen alat dan pembersih rumah tangga yang sudah mendunia.

Sumber gambar: https://www.ciputra.ac.id/library/pewaris-kerajaan-bisnis-sc-johnson-yang-suka-bekerja-keras/#:~:text=Johnson%20Outdoors%20merupakan%20hasil%20tangan,bagi%20perkembangan%20anak%20dan%20keluarga.

Pada tahun 1995, Helen pindah ke perusahaan afiliasi SC Johnson, yaitu Johnson Outdoors. Di bawah kepemimpinan Helen, rata-rata pendapatan tahunan Johnson Outdoors berhasil tumbuh dua digit dan mampu mempekerjakan 1.300 karyawan di 16 negara. (www.ciputra.ac.id, Kontan, 13 Januari 2014. Hal. 24)

Sekarang bayangkan, berapa banyak orang yang mendapatkan lapangan kerja gara-gara diciptakan nyamuk? Belum lagi makhluk hidup yang lain sebagai predator nyamuk.

Disebutkan, “There are a number of insects and animals that can be considered mosquito predators. Some feed on adult mosquitoes, but many feed on mosquito larvae. Birds, frogs, tadpoles, fish, toads, salamanders, spiders, red-eared slider turtles and many types of insects all play vital roles in keeping the mosquito population at bay.” (www.terminix.com, January 10, 2025)

 

Yang terjemahnya, Ada sejumlah serangga dan hewan yang dapat dianggap sebagai predator nyamuk. Beberapa memakan nyamuk dewasa, tetapi banyak yang memakan larva nyamuk. Burung, katak, berudu, ikan, kodok, salamander, laba-laba, kura-kura telinga merah, dan banyak jenis serangga lainnya memainkan peran penting dalam mengendalikan populasi nyamuk.

Nah, kini Anda tahu kan, siapa saja yang mendapatkan manfaat dari diciptakannya nyamuk? Afala Tatafakkarun, apakah kamu tidak berpikir?


Sekarang, Anda sudah bisa lihat, kan? Akhirnya, jadi tuh tulisannya. Tapi maaf ya, karena kebanyakan referensi, tulisan jadi mbeleber lebih dari 5 paragraf. Haha..

Setidaknya begitulah cara kuno saya pada zaman dulu, meracik kata ala tukang jahit baju agar jadi tulisan. Mencari bahan dengan membuat kalimat pertanyaan, buat pola dengan mengembangkan tiap pertanyaan menjadi paragraf.  

Jahit kata demi kata dengan kata sambung. Gabung dan kaitkan dengan referensi bacaan dengan tetap menyertakan sumber tulisan. Lalu, baca ulang berkali-kali jika sudah jadi tulisan utuh. Jika belum nyambung, atur dengan memanfaatkan kata sambung yang ada.

Kalau masih sulit, tandanya Anda perlu membaca ulang tulisan di atas dan yang terpenting, teruslah mencoba dengan banyak berlatih melalui praktik, praktik, praktik menulis. Seperti quote dari gurunda yang saya pasang di lead tulisan paling atas.

Fahimtum, sudah paham pemirsa? Monggo, silakan di gassss…..

Sidoarjo, 2 Januari 2026


Biodata Penulis

Abdullah Makhrus, M.Pd.

Seorang Writer-Trainer-Teacher. Pengajar di SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo. Kepala Bimbingan Belajar Matematika SD "Az Zahro“. Ketua Gerakan Budaya Literasi(GBL) Sidoarjo dan Sekretaris Rumah Virus Literasi(RVL). Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sidoarjo. Buku yang pernah di tulis 3 Buku Solo, 3 E-book, dan 10 Buku Antologi:

Karya Buku Solo

1 Pesan 1 Peristiwa.

2. Rahasia 15 Menit Membuat Blog dan Website Pribadi Bagi Pemula

3. Prau Dolanan Fatih

Karya Ebook

  1. Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 1-2
  2. Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 3-4
  3. Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 5-6

Pernah mendapatkan penghargaan penulis artikel di Jawa Pos berjudul Belajar Matematika dengan Nalar pada lomba Artikel Untukmu Guru 2008. Tulisannya pernah dimuat di harian Republika berjudul Menemukan Motivator Terbaik. Tulisan lainnya juga beberapa kali dimuat di Tabloid PENA Dinas Pendidikan Sidoarjo dan www.gblsidoarjoberkarya.com. Penulis bisa dihubungi di 081333148884. www.abdullahmakhrus.com