Meracik Kata Ala Tukang Jahit Baju
Oleh: Abdullah Makhrus
“Selama penulis mau menulis, menulis, dan terus menulis, dia pastilah kelak akan lancar dalam proses menulis -baik saat menuangkan ide ke dalam tulisan maupun berpikir tentang apa dan bagaimana menulisnya.” (Dr. Much. Koiri, M.Si)
“MENGAPA
saya tidak bisa menulis, padahal banyak ide berkeliaran di pikiran saya?”
Mungkin ada di antara Anda yang pernah mengalaminya. Tenang, saya pun dulu pernah
mengalaminya. Yang jadi pertanyaan adalah apakah kita punya cara untuk
mengatasinya?
Kalau
Anda merasa kebingungan, sebenarnya banyak sekali caranya. Semua bisa disearch
di laman google, kalau ada kemauan. Kalau
sekarang sih bisa lebih mudah dengan memanfaatkan bantuan Kecerdasan Buatan
atau Artificial Intellegence (AI).
Nah,
jika Anda nggak mau repot. Anda bisa menggunakan tips berdasarkan pengalaman
saya di masa lalu. Tentu ini bukan satu-satunya cara terbaik dalam menuangkan
ide ke dalam tulisan. Anda bisa memakainya, jika mengalami kebuntuan dan
bingung untuk menuliskannya.
Saya
menyebutnya dengan sebutan teknik menulis ala tukang jahit baju. Jika Anda
pernah mengamati tukang jahit saat membuat sebuah baju. Anda akan mengamati
proses menjahit yang dilakukan.
Apa
saja? Sederhananya, seorang penjahit sebelum membuat baju, ia pasti akan
menyiapkan bahan-kain, benang, dan lainnya. Kemudian membuat pola dan memotong
kain. Lalu sambungkan bagian-bagian baju secara berurutan (kupnat, bahu,
samping, lengan, kelim, leher, manset). Terakhir, mengobras tepi kain untuk
merapikan jahitan baju tersebut.
Nah, bagaimana
menghubungkan teknik ini untuk “menjahit tulisan”? Siapkan bahan tulisan. Kalau
saya, biasanya menyiapkan 5W+1H. Anda pasti sudah mengenal 5W+1H yang merupakan
singkatan dari What
(Apa), Who (Siapa), Where (Di mana), When (Kapan), Why (Mengapa), dan How
(Bagaimana).
Sumber gambar: https://www.dotefl.com/wh-questions/
Lalu, pilih lima
pertanyaan saja. Mengapa? Nanti berkaitan dengan jurus menulis yang saya
jelaskan di uraian selanjutnya. Buatlah satu pertanyaan untuk setiap kata tanya
yang saya sebutkan di atas.
Selanjutnya siapkan
kata sambung untuk menghubungkan tiap kalimat atau paragraf agar menyatu
layaknya tiap potongan kain menjadi bagian yang melekat dan menyatu menjadi
baju yang utuh.
Kata sambung
(konjungsi) atau kata penghubung cukup
banyak. Contohnya seperti kata: dan,
atau, tetapi, karena, sehingga, jika, ketika, agar, supaya, lalu, kemudian, dll. Kata ini akan
berfungsi menghubungkan kata dengan kata, atau kalimat dengan kalimat. Anda
bisa melihat sudah berapa kata sambung yang saya gunakan di paragraf-paragraf
di atas.
Menurut
versi saya, sebaiknya memulai tulisan dengan pertanyaan "Mengapa"
(Why). Penggunaan kata ini sangat efektif untuk langsung menarik perhatian pembaca.
Dengan memicu rasa ingin tahu, membuat mereka berpikir, dan menunjukkan fokus
mereka pada setiap susunan kalimat berikutnya untuk menemukan jawaban dan
alasan. Itu yang akan membuat mereka betah menyelesaikan membaca tulisan Anda
hingga tuntas.
Mari
kita coba praktikkan. Saya berikan ide
dengan kata “Nyamuk”. Sekali lagi, saya akan memulai membuat pertanyaan dimulai
dari Why. Inilah lima daftar pertanyaan yang saya buat untuk mengawali membuat
tulisan kali ini.
- Mengapa Allah menciptakan nyamuk?
- Bagaimana cara berkembang biak nyamuk?
- Kapan musim
puncak perkembangbiakan nyamuk biasanya terjadi?
- Apakah diciptakan nyamuk membawa manfaat?
- Siapa yang mendapatkan manfaat dari
diciptakannya nyamuk?
Selanjutnya
mari uraikan jadi paragraf dari tiap pertanyaan dengan teknik menulis guru saya,
Prof. Ngainun Naim. Mengutip dari buku beliau, MENULIS ITU MUDAH di halaman 45.
Rumus menulis itu dibocorkan dalam Jurus ke 15: Formula
Satu Hari Lima Paragraf.
Oke,
kita mulai “jahit” dari lima pertanyaan di atas jadi tulisan. Ingat, masing-masing
pertanyaan ubah menjadi minimal satu paragraf. Kalau ternyata lebih? Itu akan lebih baik. Lalu satukan dengan kata sambung yang sesuai menghubungkan
tiap paragraf. Hasilnya menjadi seperti ini.
Sumber gambar: https://www.alodokter.com/memahami-daur-hidup-nyamuk-sebagai-langkah-pencegahan-penyakit
NYAMUK
Oleh:
Cak Doel
MENGAPA Allah menciptakan nyamuk? Jika Anda mau berpikir. Mungkin pernah terlintas dalam
benak pikiran, beribu pertanyaan tentang penciptaan makhluk Allah di alam ini. Bukankah makhluk itu tidak berguna? Lha wong
tiap hari “menggigit” alias menghisap dengan ganas darah manusia.
Oke, sebelum
kita ulas lebih jauh, ada baiknya kita cari tahu terlebih dahulu bagaimana cara berkembang biak nyamuk. Mengutip dari laman
alodokter.com dijelaskan daur hidup nyamuk sebagai berikut. Diawali
dari telur yang dikeluarkan oleh nyamuk betina dewasa.
Sekali bertelur bisa menghasilkan
100–300 butir sekaligus. Jentik nyamuk atau larva tampak menyerupai ulat-ulat
kecil di dalam air, dengan ukuran rata-rata 1 cm. Jentik bisa hidup di air
dalam kurun waktu 4–14 hari.
Setelah itu, berubah menjadi pupa
atau kepompong. Pada tahap ini, pupa masih hidup di air, namun tidak memiliki
mulut dan tidak makan. Bentuknya akan tampak sedikit mirip dengan jentik,
tetapi ukuran kepalanya lebih besar dan bulat. Tahap ini merupakan fase
terakhir yang terjadi di air.
Setelah menjadi dewasa, nyamuk betina
akan mengisap darah manusia dan hewan untuk hidup dan mencari sumber air untuk
bertelur. Sementara itu, nyamuk jantan akan bertahan hidup dengan mengonsumsi
nektar bunga.
Sejatinya, populasi nyamuk terasa lebih banyak dan lebih beringas di musim kemarau. Tapi tahukah Anda, kalau nyamuk sebenarnya lebih getol bertelur di musim hujan. Ini karena saat musim hujan, tempat berkembang biak dan pertumbuhan larva nyamuk tersedia melimpah, yaitu genangan air. Sehingga, bisa dikatakan musim puncak perkembangbiakan nyamuk terjadi di musim hujan.( karangtengah.bantulkab.go.id, 29 Januari 2020)
Nah,
pertanyaannya balik lagi. Apakah diciptakan nyamuk membawa
manfaat bagi manusia? Karena nyatanya, setiap hari kita acapkali merasa
terganggu karena “gigitan” nyamuk setiap malam. Bahkan, kadang juga di siang hari.
Padahal, Allah pernah mengatakan dalam satu ayat Alquran di surah Ali Imran
ayat 19,
“Orang-orang
yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan
mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya
Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci
Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
Lantas,
dimana bisa dikatakan tidak sia-sia. Baiklah, kita cari bareng-bareng untuk
menemukan jawaban dari siapa sesungguhnya yang
mendapatkan manfaat dari diciptakannya nyamuk. Jika, di satu sisi kita
melihat tidak ada manfaatnya diciptakan nyamuk, maka di sisi lain pasti akan
ditemukan manfaatnya.
Setelah
sejenak merenung kita dapat mengetahui ternyata ada manusia yang mendapatkan
manfaat. Siapa? Mereka yang berpikir solusi, dia akan mendapatkan manfaat. Mereka
biasanya disebut dengan pengusaha. Pengusaha obat anti nyamuk.
Ada
beberapa pegusaha obat anti nyamuk dengan beberapa merk di Indonesia. Ada Baygon
Aerosol, Force Magic, Hit Aerosol, Mortein Naturgard, HIT
One Push, Vape One Push, Nomos Aerosol, dll.
Sumber gambar: https://www.google.com
Obat anti nyamuk Autan, Baygon, merupakan salah satu contoh barang produksi perusahaan PT SC Johnson and Son Indonesia. Helen Johnson Leipold adalah satu-satunya wanita dari generasi kelima yang meneruskan bisnis SC Johnson, produsen alat dan pembersih rumah tangga yang sudah mendunia.
Sumber gambar: https://www.ciputra.ac.id/library/pewaris-kerajaan-bisnis-sc-johnson-yang-suka-bekerja-keras/#:~:text=Johnson%20Outdoors%20merupakan%20hasil%20tangan,bagi%20perkembangan%20anak%20dan%20keluarga.
Pada tahun 1995,
Helen pindah ke perusahaan afiliasi SC Johnson, yaitu Johnson Outdoors. Di
bawah kepemimpinan Helen, rata-rata pendapatan tahunan Johnson Outdoors
berhasil tumbuh dua digit dan mampu mempekerjakan 1.300 karyawan di 16 negara.
(www.ciputra.ac.id, Kontan, 13 Januari
2014. Hal. 24)
Sekarang bayangkan,
berapa banyak orang yang mendapatkan lapangan kerja gara-gara diciptakan nyamuk?
Belum lagi makhluk hidup yang lain sebagai predator nyamuk.
Disebutkan, “There are a number of
insects and animals that can be considered mosquito predators. Some feed on
adult mosquitoes, but many feed on mosquito larvae. Birds, frogs, tadpoles,
fish, toads, salamanders, spiders, red-eared slider turtles and many types of
insects all play vital roles in keeping the mosquito population at bay.” (www.terminix.com, January 10,
2025)
Yang terjemahnya, Ada sejumlah
serangga dan hewan yang dapat dianggap sebagai predator nyamuk. Beberapa
memakan nyamuk dewasa, tetapi banyak yang memakan larva nyamuk. Burung, katak,
berudu, ikan, kodok, salamander, laba-laba, kura-kura telinga merah, dan banyak
jenis serangga lainnya memainkan peran penting dalam mengendalikan populasi
nyamuk.
Nah, kini Anda tahu kan, siapa saja
yang mendapatkan manfaat dari diciptakannya nyamuk? Afala
Tatafakkarun, apakah kamu tidak berpikir?
Sekarang, Anda sudah bisa lihat, kan? Akhirnya, jadi tuh tulisannya. Tapi maaf ya, karena kebanyakan referensi, tulisan jadi mbeleber lebih dari 5 paragraf. Haha..
Setidaknya begitulah cara kuno saya
pada zaman dulu, meracik kata ala tukang jahit baju agar jadi tulisan. Mencari
bahan dengan membuat kalimat pertanyaan, buat pola dengan mengembangkan tiap
pertanyaan menjadi paragraf.
Jahit
kata demi kata dengan kata sambung. Gabung dan kaitkan dengan referensi bacaan dengan
tetap menyertakan sumber tulisan. Lalu, baca ulang berkali-kali jika sudah jadi
tulisan utuh. Jika belum nyambung, atur dengan memanfaatkan kata sambung yang
ada.
Kalau
masih sulit, tandanya Anda perlu membaca ulang tulisan di atas dan yang
terpenting, teruslah mencoba dengan banyak berlatih melalui praktik,
praktik, praktik menulis. Seperti quote dari gurunda yang saya pasang di lead tulisan
paling atas.
Sidoarjo, 2 Januari 2026
Biodata Penulis
Abdullah Makhrus, M.Pd.
Seorang Writer-Trainer-Teacher. Pengajar di SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo. Kepala Bimbingan Belajar Matematika SD "Az Zahro“. Ketua Gerakan Budaya Literasi(GBL) Sidoarjo dan Sekretaris Rumah Virus Literasi(RVL). Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sidoarjo. Buku yang pernah di tulis 3 Buku Solo, 3 E-book, dan 10 Buku Antologi:
Karya Buku Solo
1 Pesan 1 Peristiwa.
2. Rahasia 15 Menit Membuat Blog dan Website Pribadi Bagi Pemula
3. Prau Dolanan Fatih
Karya Ebook
- Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 1-2
- Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 3-4
- Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 5-6
Pernah mendapatkan penghargaan penulis artikel di Jawa Pos berjudul Belajar Matematika dengan Nalar pada lomba Artikel Untukmu Guru 2008. Tulisannya pernah dimuat di harian Republika berjudul Menemukan Motivator Terbaik. Tulisan lainnya juga beberapa kali dimuat di Tabloid PENA Dinas Pendidikan Sidoarjo dan www.gblsidoarjoberkarya.com. Penulis bisa dihubungi di 081333148884. www.abdullahmakhrus.com








0 Comments