Dapur Kata Bang Jus
Oleh: Abdullah Makhrus
SUDAHKAH kamu membaca tulisan saya sebelumnya tentang meracik kata ala tukang jahit? Kalau sudah, kali ini saya coba cara lain untuk meramu kata, ala pembuat jus.
Jika kamu pernah membuat
atau melihat proses pembuatan jus buah, khususnya jus jambu biji, maka ini akan
sedikit berbeda dengan proses membuat jus buah yang lain.
Secara umum, untuk membuat
jus buah memang terlihat simple. Tinggal masukkan semua bahan ke dalam
blender. Nyalakan mesinnya, matikan, lalu dapatkan dan nikmati jusnya.
Setelah itu, kamu bisa langsung menikmati jus buah tersebut. Akan tetapi, jika kamu membuat jus jambu biji, ada satu proses yang terakhir yang ditambahkan. Apa itu? Kamu pasti tahu, kalau nggak tahu, baca ulasannya di bawah ini.
Teknik meramu tulisan ala pembuat jus kali ini akan saya gunakan untuk meracik sebuah ide. Kemudian disajikan menjadi tulisan segar yang bisa dinikmati pembaca yang baik hati seperti kamu. Oke, sudah siap menyimaknya? Monggo lanjut gaes.
Jika kamu sudah menemukan
ide, langkah selanjutnya adalah membuat alur cerita. Bentuk layoutnya bisa bentuk seperti mind mapping. Kurang lebih begini.
Pertama: Pilih buah yang bagus untuk bahan baku (Hunting Ide)
Sumber gambar: https://www.alodokter.com/10-jus-yang-bagus-untuk-kulit
Untuk memilih
bahan tulisan, kamu bisa mengambil dari topic yang mewakili salah satu poin topik dengan
kriteria STEPPS (Social Currency, Triggers, Emotion, Public, Practical
Value, & Stories). Penjelasan detailnya sudah pernah saya uraikan di https://www.gblsidoarjoberkarya.com/2025/01/apa-rahasia-agar-orang-mau-membaca.html
Misal nih, kalau kamu milih topik kriteria Public, atau berita yang lagi populer alias lagi nge-hits. Cari ide tulisan dari berita yang lagi hot atau relate sama keinginan pembaca. Jangan pake jambu busuk alias topik yang sudah basi. Nggak update atau ketinggalan zaman.
Setelahnya
, cuci bersih. Maknanya, validasi dulu fakta-faktanya.
Jangan sampai ada referensi yang mengandung "ulat" alias hoax yang
kebawa dalam tulisan kita.
Lalu potong kecil-kecil
“buahnya” dengan membreakdown ide besar jadi poin-poin kecil. Biar apa? Supaya
gampang "diblender", diurai menjadi beberapa paragraf.
Misal,
kamu mau mengulas tentang berita perceraian antara mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) dan anggota Komisi VIII DPR
Atalia Praratya.
Meskipun masuk berita populer,
saran saya mending nggak nulis atau mbahas masalah ini. Mengapa? Karena kita
nggak dapat tuh fakta penyebabnya. Lagian ngapain mbahas keriuhan rumah tangga
orang lain. Nggibah, tahu? Dosa!
Beda lagi, kalau
kemudian kamu menulis tentang solusi mengatasi masalah rumah tangga di usia
pernikahan yang tak lagi muda. Seperti yang di bahas di podcast berjudul “Nonverbal Learning Disorder ( LD), Kenali Cirinya Jangan Sampai Salah Penanganannya.”
Video podcast ini justru mengulas bagaimana mempertahankan pernikahan yang rawan runtuh. Terutama di usia pernikahan yang sudah dirajut rapi bersama pasangan puluhan tahun lamanya. Kamu bisa menontonnya di
https://www.youtube.com/watch?v=JvM5ynApczw&t=3889s
Kedua. Berikan Pelarut
Sumber gambar: https://www.jawapos.com/kesehatan/01385463/dokter-anjurkan-minum-air-dingin-tanpa-es-batu-saat-cuaca-panas
Setelah itu gunakan pelarut berupa air dan es batu. Ibaratnya, air tuh
kayak data atau riset. Jika kamu menambahkan sedikit data saja, tulisanmu akan jadi
sedikit berbobot, ngalir lancar, nggak seret pas dibaca netizen.
Kemudian,
tambahkan es batu, semacam atau angle yang unik dan berbeda. Berikan sensasi
"dingin" dengan mengambil dari sudut pandang kamu yang bikin
"nyess".
Tentu sesuaikan
dengan kapasitas dan kompetensi kamu. Jika kamu seorang guru, beri pandangan
sebagai seorang pendidik. Kalau memosisikan sebagai orang tua, kamu juga bisa
menuliskan ulasanmu dari sudut lain yang berbeda tentunya.
Usahakan
juga, takarannya yang pas. Jangan
kebanyakan “air”, tulisan jangan bertele-tele, jangan pula kedikitan alias tulisan
yang terlalu padat dan kering dari sentuhan emosi.
Ketiga. Tambahkan Pemanis
Sumber gambar: https://www.dapurumami.com/artikel-tips/jenis-jenis-gula
Ibaratnya pemanis itu
semacam gaya bahasa tulisan. Kamu bisa ngasih model apa pun,
senyaman kamu di hatiku. Ea..ea... Atau kamu
mau pasang gaya serius seperti dosen matematika. Bahkan, bisa pilih model gaya seperti pemain stand up commedy, terserah lah.
Wes talah, bebas sak karepmu.
Tapi jangan lupa, sekali lagi tambahkan emosi yang merangsang panca indera
seperti yang sudah pernah saya bahas di tulisan sebelumnya. Istilahnya tambahin
sedikit gula alias humor atau sedikit perasan jeruk nipis berupa kritik agar
tulisanmu kaya rasa.
Tapi, ingat! Jangan kemanisan. Kemanisan mengakibatkan diabetes. Hindari
kalimat yang lebay atau hiperbola yang “bola”nya kebanyakan. Coba bayangin,
pemain bola masing-masing pemain dikasih satu bola. Ga enak, malah bikin eneg. Hehe.
Keempat, Proses Blender (Drafting)
Sumber gambar: https://www.philips.co.id/id/c-p/HR1844_80/kombinasi-juicer-blender
Kalau ide
sudah ada, data sudah disiapkan, waktunya "Pencet Tombol ON! Tulis saja secara brutal alias gaspol rem blong.
Tulis aja dulu, biarin alat tulismu
menari-nari secara berisik berdasarkan pikiran yang lagi seliweran.
Jangan diliatin
terus-menerus seolah nggak boleh ada kesalahan titik atau koma. Kesalahan besar
penulis pemula pada umumnya, Ia nulis sambil ngedit.
STOP! Jangan
dilakukan. Biarin semua bahan tercampur dulu. Kalau kamu nulis sambil ngedit,
biasanya nggak jadi-jadi tulisannya. Usahakan semua bahan tercampur sampai halus,
dalam arti pastikan semua idemu sudah sudah masuk ke dalam paragraf. Ntar baru lakukan
editing.
Kelima: Penyaringan (Self Editing)
Sumber gambar: https://www.blibli.com/p/saringan-susu-kedelai-teh-penyaring-jus-filter-jaring-halus-100-200-400-mesh-kain-nilon-premium-gagang/ps--GAS-60067-01332
Nah, kali
ini baru boleh kamu lakukan. Saring sebelum jus diminum. Caranya, buang ampasnya
alias hapus kata-kata sambung yang nggak perlu dan berlebihan -misal nih: yang,
di, ke, dari.
Cek lagi masih
ada biji keras yang kecampur atau nggak, perbaiki kalau ada typo atau
logika yang nggak nyambung dan "bikin keselek" pembaca.
Lalu, tes rasanya
dengan membaca ulang dengan suara keras. Udah enak belum alurnya? Self editing
atau swasunting akan saya bahas lebih detail di ulasan tulisan berikutnya.
Keenam, Penyajian (Publishing)
Sumber gambar: https://dikemas.com/yuk-usaha-jus-gelas-plastik-untung-tanpa-buntung
Jika sudah dipastikan
jusnya sudah jadi dan sudah aman, saatnya melakukan packaging. Berikan
judul alias nama menu yang menarik pelanggan.
Tambahkan garnish
atau hiasan pelengkap. Ya, semacam foto atau
ilustrasi yang cocok sama tulisanmu. Bisa
juga, kamu berikan tambahan formatting (bold/italic) biar cantik kayak kamu
yang mbaca tulisan saya. Hahaha..
Terakhir, sajikan
alias publish dan share tulisanmu ke "pelanggan" di medsos
atau blog pribadi. Kalau kamu nggak punya, tenang saja. Admin GBL siap
menampung tulisanmu di website www.gblsidoarjoberkarya.com.
GRATISS.
Gimana?
Sudah dapat segernya jus tulisan ala tukang jus jambu? Ini hasil tulisan yang
didapatkan setelah melakukan observasi saat membelikan Si bocil jus jambu.
Dari ide
ngeliatin tukang jus jambu saja sudah bisa jadi tulisan sepanjang ini. Apalagi
ngliatin kamu, iya kamu. Xixixi…
Sudah ah,
nanti saya digampar istri gara-gara muji-muji kamu terus. Buyar..buyar.. Wassalam.
Sidoarjo, 3 Januari 2026
Biodata Penulis
Abdullah Makhrus, M.Pd.
Seorang Writer-Trainer-Teacher. Pengajar di SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo. Kepala Bimbingan Belajar Matematika SD "Az Zahro“. Ketua Gerakan Budaya Literasi(GBL) Sidoarjo dan Sekretaris Rumah Virus Literasi(RVL). Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sidoarjo. Buku yang pernah di tulis 3 Buku Solo, 3 E-book, dan 10 Buku Antologi:
Karya Buku Solo
1 Pesan 1 Peristiwa.
2. Rahasia 15 Menit Membuat Blog dan Website Pribadi Bagi Pemula
3. Prau Dolanan Fatih
Karya Ebook
- Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 1-2
- Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 3-4
- Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 5-6
Pernah mendapatkan penghargaan penulis artikel di Jawa Pos berjudul Belajar Matematika dengan Nalar pada lomba Artikel Untukmu Guru 2008. Tulisannya pernah dimuat di harian Republika berjudul Menemukan Motivator Terbaik. Tulisan lainnya juga beberapa kali dimuat di Tabloid PENA Dinas Pendidikan Sidoarjo dan www.gblsidoarjoberkarya.com. Penulis bisa dihubungi di 081333148884. www.abdullahmakhrus.com









0 Comments