TERIMA KASIH IBU DAN AYAH HEBAT
Oleh: Abdullah Makhrus


Hari ini kita patut bersyukur karena Allah masih menitipkan ribuan nikmatNya yang dititipkan pada tubuh kita. Sebut saja salah satunya adalah mata yang masih bisa melihat. Jika mata kita tidak bisa melihat, tidak ada bedanya televisi ukuran 14 inci dan 52 inci. TV analog atau TV digital. Tidak ada beda antara wanita cantik dan jelek. Pria tampan dan buruk. Tak ada beda antara tas baru 50 ribu dan 50 juta. Salah satu bagian mata yang paling penting adalah kornea mata. Menurut Dokter ahli ophtalmologi, Tjahjono D. Gondhowiardjo, kemampuan Indonesia untuk melakukan transplantasi kornea masih sangat minim. menurutnya, hanya ada lima dokter di Indonesia yang bisa melakukan transplantasi kornea. Hal itu disebabkan karena tidak adanya peralatan untuk latihan. Karena banyaknya antrian pasien yang membutuhkan transplantasi kornea, mereka harus pergi ke negeri tetangga untuk melakukan operasi misalnya Singapura. Kalau di Singapura biayanya bisa seharga satu Innova. Jika dilakukan di Indonesia sekitar 40 juta.(cnnindonesia.com, 08/01/15) Karena itu bersyukur atas nikmat mata ini saja tak boleh kita lupakan. Sesungguhnya, jika kita mau mengingat-ingat apa saja yang kita peroleh, maka kita tak akan berhenti bersyukur. Saya ingin menceritakan, bahwa ada satu nikmat lagi yang patut kita syukuri karena masih memiliki orang tua. Khususnya jika kita masih memiliki seorang ibu. Pada foto ini kita bisa belajar betapa kita harus bersyukur masih bisa berjumpa dengan ibu. Mari amati dengan cermat toto ini. Saya ingin merepost ulang cerita menarik dibalik foto ini. Menurut cerita yang beredar, foto ini diambil setelah melewati proses persalinan melalui operasi selama 7 jam. Tampak di sebelah kiri, foto bayi yang baru lahir dalam pelukan ibunya. Sebelah kanan, foto dokter sedang menangis yang membantu proses kelahiran bayi mungil ini. Ibu ini menderita penyakit yang tidak memungkinkannya untuk memiliki anak. Hampir 11 tahun ia menanti dengan penuh kesabaran. Setiap hari berdoa kepada Tuhan agar menganugerahinya seorang anak. Pada akhirnya doanya terkabul, namun untuk proses melahirkan sang ibu harus memilih antara dirinya atau anaknya yang harus diselamatkan. Walaupun dokter telah berjuang 7 jam lamanya guna menyelamatkan nyawa keduanya, hasilnya tetap sama, mereka harus memilih salah satunya yang harus diselamatkan. Dengan berat hati dokter terpaksa memilih seperti yang diminta oleh ibunya ini, menyelamatkan sang jabang bayi walau dengan resiko nyawanya. Bayi yang baru lahir itu lalu didekapkan dalam pelukan sang ibu untuk pertama dan terakhir kali, ia (sang ibu) menciumi dan memeluk bayinya selama beberapa menit, tersenyum padanya lalu menutup mata untuk selama-lamanya. Tangis bayi terdengar begitu keras seakan ia merasakan kesedihan yang dalam, sedih karena ibu yang telah memberinya kesempatan untuk hidup pergi untuk selamanya. Seolah ia sedih sebab selama hidup ia tidak akan pernah melihat ibunya lagi.(masrawy.com,19/05/20)
Alangkah singkatnya pertemuan dan alangkah besar rasa kehilangan itu. Ada ribuan ibu meregang nyawa demi bisa melahirkan anak-anak mereka setiap tahunya di seantero alam ini. Mereka berjuang dan memilih antara hidup dan mati untuk melahirkan anaknya. Alangkah hebat nya dirimu wahai ibu... Alangkah mulianya dirimu... Sobat pembaca yang budiman, bagi kalian yang masih memiliki ibu, mari sayangi mereka. Ikuti apa yang diperintahkan oleh mereka selama tidak melanggar syariah dan kita mampu mewujudkan keinginannya, telepon mereka jika jauh, kunjungi mereka dan peluk erat mereka jika masih ada kesempatan. Sungguh, pengorbanan mereka terhadapmu takkan pernah terbayarkan dengan apapun juga. Nikmat besar pula jika kalian masih punya ayah. Mereka berjuang siang malam mencarikan nafkah halal terbaik bagi kita. agar kita bisa sekolah di sekolah terbaik. agar kita bisa makan dengan jerih payah yang telah maksimal yang bisa beliau upayakan. Peluk erat ayahmu Ucapkan terima kasih dan doakan mereka berdua setiap waktu.

Semoga kita masih ada kesempatan untuk berterima kasih pada keduanya. Selamat hari Ibu dan selamat berjuang untuk para ayah hebat. Semoga Allah merahmati kalian berdua. Maafkan anakmu yang belum maksimal berbakti padamu. Semoga Allah pertemukan kita semua bersama orang tua di JannahNya. Aamin