Apa Alasan Terkuatmu Untuk Tidak Menulis?

Oleh: Abdullah Makhrus 


“The reason one writes isn’t the fact to say something. He writes because he has something to say.” (F. Scott Fitzgerald)


DULU saya sering kali berpikir, mengapa orang rela bersusah payah mendaki gunung. Sudahlah tanjakannya terkadang sulit, barang bawaannya berat, sampai di puncak gunung dipenuhi rasa kelelahan yang luar biasa. 

Namun, para pendaki yang saya pernah saya tanya, mereka nggak merasa kapok. Malah ingin mendaki ke gunung lain yang lebih ekstrim. Usut punya usut, ternyata mereka memiliki sebuah ALASAN.

Mereka mempunyai alasan yang nggak dimiliki orang lain. Terutama mereka yang sedari awal memiliki memiliki hobi climbing. Naik gunung itu ibarat melepaskan kepenatan rutinitas. Merasa hidup bebas dari tugas.

Begitu pula ketika seseorang ditanya. Mengapa Anda tidak juga menulis? Dengan kata lain, ya, cukup menjadi pembaca saja. Mungkin karena mereka nggak ingin repot,nggak ngerti mau nulis dari mana. Atau alasan lain? Entahlah. Saya pun tak tahu.

Sebenarnya ada cukup banyak sekali alasan yang bisa digunakan untuk memotivasi seseorang untuk mau menulis. Mulai dari alasan praktis maupun filosofis. Anda bisa membacanya lebih detail di buku Rahasia Top Menulis, karya Dr. Much. Khoiri, M.Si. 

Salah satu yang diungkap beliau, menurut F. Scott Fitzgerald, seorang penulis novel yang saya cuplik kutipannya di awal tulisan saya di atas. Saya kira sudah cukup jelas terbaca. Bahwa, alasan mengapa orang menulis bukannya fakta bahwa dia ingin mengatakan sesuatu. Dia menulis karena memiliki sesuatu untuk dikatakan.

Alasan jenis ini bisa menjadi salah satu yang mengandung motivasi intrinsik. Banyaknya alasan yang melatarbelakangi seseorang mau menulis, mungkin tidak sebanding dengan lebih banyak lagi alasan orang tidak mau menulis. 

Ibarat pepatah Jawa, “Sak ombo-ombone alas, sek luwih ombo alasan.” Maknyanya seluas-luasnya alas(baca: hutan), masih ada yang lebih luas, yakni alasan.

Sebab menemukan alasan terbaik atau istilahnya strong why inilah yang sesungguhnya memberikan daya dorong bagi siapa saja yang mau menulis. 

Karena itu, saya bersepakat dengan pendapat dari Bapak Dr. Much. Khoiri,M.Si. “Apa pun alasan yang dikemukakan, itu sah-sah saja. Yang penting, alasan itu harus menjadi daya dorong yang kuat untuk senantiasa menumbuhkan dan memelihara semangat menulis.”

Lantas, jika boleh tahu, apa alasan Anda untuk bersemangat terus menulis? Atau, apa alasan Anda tidak menulis hingga saat ini? Silakan share. Mungkin ada di antara teman-teman akan siap berbagi berbagi solusi. Bukankah begitu?


Bali, 16 Januari 2026

Biodata Penulis

Abdullah Makhrus, M.Pd.

Seorang Writer-Trainer-Teacher. Pengajar di SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo. Kepala Bimbingan Belajar Matematika SD "Az Zahro“. Ketua Gerakan Budaya Literasi(GBL) Sidoarjo dan Sekretaris Rumah Virus Literasi(RVL). Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sidoarjo. Buku yang pernah di tulis 3 Buku Solo, 3 E-book, dan 10 Buku Antologi:

Karya Buku Solo

1 Pesan 1 Peristiwa.

2. Rahasia 15 Menit Membuat Blog dan Website Pribadi Bagi Pemula

3. Prau Dolanan Fatih

Karya Ebook

  1. Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 1-2
  2. Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 3-4
  3. Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 5-6

Pernah mendapatkan penghargaan penulis artikel di Jawa Pos berjudul Belajar Matematika dengan Nalar pada lomba Artikel Untukmu Guru 2008. Tulisannya pernah dimuat di harian Republika berjudul Menemukan Motivator Terbaik. Tulisan lainnya juga beberapa kali dimuat di Tabloid PENA Dinas Pendidikan Sidoarjo dan www.gblsidoarjoberkarya.com. Penulis bisa dihubungi di 081333148884. www.abdullahmakhrus.com